Friday, April 13, 2018

Halooo, Idolaku!

Buatku, seorang idola adalah sosok yang menginspirasi dalam hidup , selain kekagumanku terhadap keahlian yang dimiliki, juga pesonanya tentu saja. 😊

Aku mengagumi satu artis/produser musik luar negeri yang kini cukup senior di bidangnya. Keahliannya mengolah musik dan membuat lirik mungkin diturunkan dari sang ayah yang juga seorang penulis lagu cukup terkenal terutama di negaranya. Pernah bekerja sama dengan beberapa penyanyi terkenal dunia, lagu-lagu hasil karya-nya juga pernah menjadi soundtrack beberapa film Hollywood kala itu. Hebat sekali. Jadi tak heran, kesehariannya dihabiskan di studio musik milik sang ayah. 

Aku mulai mengagumi idolaku sejak menonton tayangan video musiknya di layar televisi bertahun-tahun lalu, menyukai gaya dan tampilan simpelnya dengan t-shirt dan sneakers, lengkap dengan ciri khas rambut gondrong sebahu yang membuatnya makin tampak cute. Tentu saja kala itu sang idola masih sangat muda.

Lagunya sendiri masih banyak diingat sampai sekarang. Saat ini kesibukannya lebih fokus berada di 'balik layar', di dalam studio musiknya yang bagus dan lengkap itu... tentu saja.

Beruntungnya, berkat kemajuan teknologi, aku akhirnya bisa komunikasi dengan idolaku 😊
Dia adalah sosok yang humble dan pintar, apa adanya dan... terkadang aneh, haha 😄

Dimulai sejak sekitar tiga tahun lalu, aku bisa dengan mudah menghubunginya... hingga saat ini. Senang sekali pastinya, tapi tidak sepenuhnya.

Mudah menghubungi sang idola, bukan berarti gampang untuk bisa bertemu langsung. Padahal walaupun artis luar negeri, cukup sering dia dan bandnya datang ke Indonesia terutama beberapa tahun lalu saat mengerjakan proyek bareng musisi lokal. Tapi tetap saja, tidak mudah pastinya untuk seorang fan bertemu sang idola. Ya, sedihnya di situ... Dan orangnya sendiri saat ini berada sangat jauuuuh.... tapi masih di bumi sih. 
Ya, satu bintang di langit itu jatuh mendarat dan bersinar di hatiku 🌠💖

Terkadang, aku curhat saja dengan cueknya ke sang idola, menceritakan apa dan bagaimana aku mengagumi karya-karya miliknya dan bahkan 'memaksa'-nya untuk aku bisa berfoto bareng suatu saat nanti hahaa. Untungnya dia sangat baik dan 'sabar' menghadapi fan-nya satu ini. Atau sebenarnya dia tidak peduli? Haha, entahlah. Kadang aku membahas hal di luar musik pun dia masih mau jawab. Duh baiknya... 😊

Ketika menulis 'curhatan' ini pun, aku sedang mendengarkan lagu yang menjadi favoritku dari lagu-lagu favorit lain miliknya. Klik 'turn repeat on'! Ku putar berulang-ulang tak bosan, haha!

Semua lagunya aku sukaaaa... termasuk orangnya ❤

Kapaaan yah bisa bertemu sang idola? 😇





Wednesday, April 11, 2018

Sunyi...

Lewat tengah malam menjelang subuh, kadang ku butuh waktu ini untuk merasakan sunyinya dunia dari suara manusia. Yang biasanya sebagian kita kebanyakan omong, jadi polusi suara bagi yang lain. Parahnya kita tak sadar itu. Padahal semakin banyak bercuap-cuap biasanya semakin sedikit praktik nyata yang dilakukan. Menurutku sih...

Di waktu ini, sebagian besar manusia tertidur pulas, hanya suara-suara mahluk lain yang saling bersahutan. Lolongan anjing, suara tokek, jangkrik, asal jangan ada dengar cekikikan... tapi terbangun oleh suara benda digeret. Apakah itu? Entahlah...

Kupikir ada kalanya kita butuh waktu sunyi untuk mengembalikan perasaan damai dalam hati... atau sekedar merenung atas segala hal dalam kehidupan...


Pergi Untuk Kembali

Berpisah dengan sesuatu hal yang kita sangat sukai itu rasanya menyedihkan. Bukan hanya dengan seseorang, jauh dari suatu tempat pun bisa membuat hati terasa pilu... bahkan bisa dibuatnya menangis.
Apalagi banyak kenangan tertinggal di tempat istimewa tersebut.

Ada saja keadaan yang mengharuskan kita pergi meninggalkannya, mau tidak mau, suka tidak suka. Perasaan yang tidak nyaman dan sebenarnya malas untuk dilakukan.

Keinginan dan niat dalam hati ada 'tuk kembali, hanya dibutuhkan usaha nyata. Rencana matang harus dipersiapkan, tentu wajib pula diterapkan.

Semangat. Disiplin. Dua kata kunci yang semoga selalu ada dalam diri.

Sampai bertemu kembali...




Tuesday, April 3, 2018

Pantai PANDAWA, "The Hidden Paradise" di Selatan Bali

Hari ini aku jalan-jalan ke Pantai Pandawa, untuk kedua kalinya.

Lokasinya berada di Desa Kutuh, Badung, Kuta Selatan. Pantai ini berpasir putih dengan pemandangan yg indah, warna laut yang hijau dan biru serta tebing-tebing tinggi di sepanjang jalan aspal yang menuju ke arah pantai.





Kabarnya, pantai ini masih terbilang baru dibanding yang sudah terkenal seperti pantai Kuta. Dulunya, akses menuju pantai indah ini terbilang sulit karena tertutup oleh tebing tinggi sehingga sempat dijuluki sebagai "the hidden paradise". Namun, berkat niat, semangat dan keuletan warganya, pantai ini akhirnya berhasil menjadi salah satu objek wisata yang terkenal di pulau Bali karena akses jalan menuju ke sana sudah bagus. Tiket masuk untuk ke pantai Pandawa adalah sepuluh ribu rupiah (untuk kendaraan motor) saat ini. 

Di pantai Pandawa, terdapat beberapa spot untuk berfoto. Tebing pantai, di sini pengunjung bisa melihat pemandangan pantai dari atas, tersedia tempat parkir dan warung makan. Kita juga bisa melihat kegiatan paragliding dengan lebih jelas, karena mereka tepat terbang melintas di atas kita, seru ya? Aslinya, kegiatan paragliding sendiri bukan terdapat di pantainya tapi di atas bukit di dekatnya.


Setelah puas berfoto di atas, lanjut berkendara (bisa juga jalan kaki) mengikuti jalan aspal ke bawah menuju pantai. Di sepanjang jalan aspal menuju pantainya, kita akan melewati patung-patung dalam tokoh Mahabharata, yaitu: Yudhistira, Arjuna, Bima, Nakula, Sahadewa (sesuai dengan nama pantainya, Pandawa) dan Dewi Kunti, berderet di badan tebing tinggi.



Sampai di pantainya, kita disuguhkan pemandangan yang tentu saja tidak kalah memesona. Pantai yang terbentang sepanjang kurang lebih satu kilometer dengan pasir putih dan warna laut yang bergradasi, dilengkapi batu karang di bagian tengah pantai, menjadikan para pengunjung betah berlama-lama di tempat ini.






Pengunjung di sini tidaklah sangat ramai, tapi juga tidak sepi. Turis mancanegara dan lokal berbaur menikmati keindahan pantai ini dengan melakukan aktifitas seperti: berenang, bermain ombak, bermain pasir, berjemur, bermain kano, bahkan surfing. Ya, ombaknya lumayan besar saat saya datang ke sini, tepatnya hari ini. Tapi hal itu tidak menghalangi para turis untuk berenang atau berendam di laut sekitar pantai.
Setelah lelah bermain, kita bisa duduk-duduk di bawah payung parasol sambil menikmati suasana, menyegarkan tenggorokan dengan memesan air kelapa muda, atau makan dan minum jus segar, karena di sepanjang pantai terdapat beberapa kafe dan warung dengan menu yang bervariasi, jadi tinggal pilih sesuai selera...


Asyik, kan?

Pastinya lebih asyik lagi kalau datang langsung ke 'TKP'! 😉



Sunday, April 1, 2018

Pesona Pantai GEGER, BALI.

Sebulan menikmati liburan di Bali tepatnya di kawasan Nusa Dua, bikin segar mata dan pikiran. Sisa dua minggu lagi harus balik ke Lombok, wajib jalan-jalan menikmati keindahan beberapa pantai di wilayah Nusa Dua. Salah satunya, Pantai Geger.





Jarak sekitar empat kilometer dari tempat stay-ku di Kampial, pantai ini tepat berada di belakang hotel/resort mewah seperti St.Regis dan Mulia. Jalan menuju ke arah pantai bagus dan beraspal, tiket masuk hanya tiga ribu rupiah untuk menikmati keindahan pantai berpasir putih nan bersih ini.




Terdapat bagian pantai yang berbatu karang dan lokasi lebih sepi tapi tetap memberikan pesona alam yang tak kalah indah. Tiket masuk untuk bagian pantai berbatu karang ini cukup lima ribu rupiah saja.





Mandi dan berendam di pinggiran laut dengan pasir dan airnya yang bersih sungguh asyik sekali. Mau kano-an di laut? Bisa, tinggal menyewa. Pegal dan butuh pijat? Standby ibu-ibu jasa pijat di sekitar pantai. Mau menikmati suasana sambil makan dan minum air kelapa muda? Tersedia beberapa kafe di pinggir pantai yang menyediakan softdrink dan western foods.  Dengar-dengar sih, bisa menyewa untuk menunggang unta juga di pantai ini tapi aku sendiri belum pernah lihat untanya, hehe.

Oh iya, kabarnya Raja Salman dan rombongan ke pantai ini juga saat beliau menginap di salah satu hotel mewah di Nusa Dua tahun lalu.

Pulang ke Lombok nanti pasti akan sangat rindu untuk balik ke sini lagi.

Pesona Bali memang tiada habisnya...

Friday, November 10, 2017

Dekat Jauh, Jauh Dekat

Antara sial dan untung. Antara sedih dan senang.

Dihadapkan oleh kenyataan bahwa orang-orang terdekat terasa sangat jauh. Dan orang terjauh terasa sangat dekat...

Yang masih hidup serasa sudah mati, yang telah tiada serasa masih ada.

Andai bisa ditukarkan...

Yah, jalani saja.

Semoga suatu saat nanti, yang dipisahkan jarak akhirnya disatukan. Yang tak berjarak, dipisahkan saja.

Thursday, May 18, 2017

Terima kasihku Kepada Dia yang Berhati Emas

Sungguh mengharukan, ketika menjalani masa berat dalam hidup dengan segala hal yang mengecewakan hati... terobati oleh  kasih di sana.

Di sana, sangat jauh... namun terasa begitu dekat cinta dan kasih sayangnya. Dengan segala kelebihan dan kekurangan sebagai manusia, dia selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada yang dikasihinya. Segala dukungan nyata dilakukan, hanya untuk membuat yang di sini bahagia. Semua itu, jelas bukan tanpa pengorbanan. 

Begini cara Tuhan menunjukkan kebesaran-Nya, mengirimkan sosok "malaikat pelindung" di saat-saat terberat dalam hidup.
Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah.

Kejadian hari ini menyadarkanku bahwa... diri tidak harus selalu bersedih menghadapi keburukan dalam hidup, namun juga tersenyumlah untuk menerima kebaikan dengan rasa syukur.

Hari ini ku sempat tak sanggup berkata-kata, hanya hati yang terus berucap syukur... Syukur untuk mengenal sosok seperti dia. Yang pantas untuk aku ingat segala kebaikan, ketulusan, dan kebesaran hatinya.

Cinta terasa begitu universal... 

Kutulis ini sebagai bentuk respek, hormat dan terima kasihku kepada sosok yang berhati emas. 

Jika Tuhan mengizinkan, ingin ku balas segala kebaikan suatu saat nanti. Doaku selalu untukmu.

Mange tak, P.S. ❤
Your dad must be proud of you...


 

Wednesday, April 26, 2017

LOWONGAN KERJA INDEED

Lowongan Indeed

Saturday, April 22, 2017

Menyapa Lombok & Gilies

Selamat pagi, Lombok. Selamat pagi, Gili Trawangan. Gili Air, dan Gili Meno.
Good morning, alam semesta.
Hari Minggu yang masih cerah, diri masih diberi napas oleh Sang Pencipta. Alhamdulillah...
Happy Weekend!


(sumber photo: thesmartlocal.com)

Halooo, Idolaku!

Buatku, seorang idola adalah sosok yang menginspirasi dalam hidup , selain kekagumanku terhadap keahlian yang dimiliki, juga pesonanya tentu...